A. DEFINISI PERENCANAAN

Menurut Griffin (2004) perencanaan (planning) berarti menetapkan tujuan organisasi dan menentukan bagaimana cara terbaik untuk mencapainya. Perencanaan membantu mempertahankan efektivitas manajerial karena menjadi petunjuk untuk aktivitas di masa depan.

Menurut Bateman dan Snell (2008) perencanaan adalah merinci tujuan-tujuan yang akan dicapai dan memutuskan di awal tindakan-tindakan tepat yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut. Aktivitas perencanaan meliputi menganalisis situasi-situasi saat ini, mengantisipasi masa depan, menentukan sasaran, menentukan jenis aktivitas-aktivitas yang akan dilakukan perusahaan, memilih strategi korporat dan bisnis, dan menentukan sumber-sumber daya yang diperlukan untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi. Perencanaan mengatur situasi untuk bertindak dan untuk pencapaian-pencapaian yang utama.

Maka perencanaan merupakan aktivitas menentukan setiap tujuan dan memutuskan aktivitas apa saja yang akan dilakukan untuk masa depan perusahaan.

B. LANGKAH-LANGKAH DALAM MENYUSUN PERENCANAAN

Langkah perencanaan strategis menurut Bateman dan Snell (2008), sebagai berikut:

Langkah 1: Pembentukan misi, visi dan sasaran

Proses yang digunakan oleh perencana, yang dibatasi oleh waktu dan sumber daya untuk mengumpulkan, mengartikan, dan merangkum semua informasi yang relevan terhadap isu perencanaan yang sedang dibahas.

Langkah 2: Analisis peluang dan ancaman eksternal

Proses perencanaan harus menghasilkan sasaran-sasaran alternatif yang dapat diterapkan di masa mendatang dan rencana alternatif yang mungkin digunakan untuk mencapai sasaran tersebut. Dalam prosesnya, langkah ini harus menekankan krativitas dan mendorong para manajer dan pekerja untuk menggunakan perspektif yang lebih luas dalam pekerjaan mereka. Ketika sebuah kisaran alternatif dikembangkan, keuntungan dari rencana dan sasaran alternatif ini akan dievaluasi.

Langkah 3: Analisis kekuatan dan kelemahan internal

Selanjutnya, manajer akan mengevaluasi keuntungan, kerugian, dan pengaruh yang potensial dari setiap sasaran dan rencana alternatif.

Langkah 4: Analisis  SWOT dan perumusan strategi

Ketika manajer menguji sejumlah sasaran dan rencana, mereka akan memilih salah satu yang paling tepat dan masuk akal. Proses evaluasi akan mengidentifikasi prioritas dan pertukaran antara target dan rencana.

Langkah 5: Penerapan strategi

Setelah manajer memilih sasaran dan rencana, mereka harus menerapkan rencana-rencana yang dirancang untuk mencapai sasaran.

Langkah 6: Pengendalian strategi

Proses ini seringkali diabaikan, langkah ini sangatlah penting. Tanpanya, Anda tidak akan memiliki cara untuk mengetahui apakah rencana Anda tetap berjalan.

Ada beberapa tahapan lain dalam perencanaan:

Tahap 1: Menentukan tujuan atau serangkaian tujuan.

Perencanaan dimulai dengan keputusan-keputusan tentang keinginan atau kebutuhan perusahaan. Tanpa rumusan tujuan yang jelas, penggunaan sumber daya perusahaan tidak efektif.

Tahap 2: Merumuskan keadaan saat ini.

Pemahaman akan kondisi perusahaan sekarang dan tujuan yang hendak dicapai atau sumber daya-sumber daya yang tersedia untuk pencapaian tujuan, adalah sangat penting. Karena tujuan dan rencana menyangkut waktu akan datang. Hanya setelah keadaan perusahaan saat ini dianalisa, rencana dapat dirumuskan untuk menggambarkan kegiatan lebih lanjut. Tahap kedua ini memerlukan informasi terutama keuangan dan data statistik.

Tahap 3: Mengindentifikasikan segala kemudahan dan hambatan.

Segala kekuatan dan kelemahan serta kemudahan dan hambatan perlu di identifikasikan, untuk mengukur kemampuan organisasi dalam mencapai tujuan. Oleh karena itu, perlu diketahui faktor-faktor lingkungan dalam dan luar yang dapat membantu perusahaan mencapai tujuannya, atau yang mungkin menimbulkan masalah. Walaupun sulit dilakukan, antisipasi keadaan, masalah dan kesempatan serta ancaman yang mungkin terjadi di waktu mendatang, adalah bagian penting dari proses perencanaan.

Tahap 4: Mengembangkan rencana untuk pencapaian tujuan.

Tahap akhir dalam proses perencanaan meliputi pengembangan berbagai pilihan kegiatan untuk pencapaian tujuan, penilaian pilihan kegiatan terbaik (paling memuaskan) di antara pilihan yang ada.

Sumber:

Griffin, Ricky W. (2004). Manajemen jilid 1 edisi 7. Jakarta: Erlangga

Bateman, Thomas S. dan Snell, Scott A. (2008). Manajemen kepemimpinan dan kolaborasi dalam dunia yang kompetitif buku 1 edisi 7. Jakarta: Salemba Empat

http://dukhonajjib.blogspot.com/2013/01/proses-perencanaan-manajemen.html