Archive for December, 2015


#SIP: DESAIN WEB PSIKOLOGI

Berikut ini saya menampilkan beberapa rancangan web yang telah saya buat…

Selamat Datang – Awal memasuki Web

a1

Home Page – Setelah mengklik tombol “HOME”

a2

Represi – Setelah mengklik tombol “REPRESI”

a3

Regresi – Setelah mengklik tombol “REGRESI”

a4

Sublimasi – Setelah mengklik tombol “SUBLIMASI”

a5

Proyeksi – Setelah mengklik tombol “PROYEKSI”

a6

Introyeksi – Setelah mengklik tombol “INTROYEKSI”

a7

Pengalihan – Setelah mengklik tombol “PENGALIHAN”

a8

Fiksasi – Setelah mengklik tombol “FIKSASI”

a9

Pembentukan Reaksi – Setelah mengklik tombol “PEMBENTUKAN REAKSI”

a10

Sumber :

Andri & Dewi P, Y. (2007). Teori kecemasan berdasarkan psikoanalisis klasik dan berbagai mekanisme pertahanan terhadap kecemasan. Maj kedokt indon. 57 (7) : 233-238

Feist, J. & Feist, G. J. (2009). Teori kepribadian buku 1 ed. 7th. Jakarta Selatan : Salemba Humanika

Advertisements

Kali ini saya akan membahas mengenai artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan dengan ekspert sistem (Expert System)….

robot image

PENGERTIAN SINGKAT AI DAN EXPERT SYSTEM

Sebelumnya kalian sudah tahukan apa itu Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan itu sendiri? Kalau belum akan saya bahas secara singkat…

Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan itu adalah ilmu pembuatan komputer yang memiliki kecerdasan dalam melakukan hal-hal yang menyerupai hal-hal yang dapat dilakukan oleh manusia.

Apa itu Sistem Pakar (Expert System)?

Hasil gambar untuk ARTIFICIAL INTELLIGENCE AND EXPERT SYSTEM

Sistem pakar (Expert System) menurut  McLeod & Schell (2008) adalah program komputer yang berusaha untuk mewakili pengetahuan keahlian manusia dalam bentuk heuristik. Istilah heuristik berasal dari kata Yunani, yaitu eureka (berarti menemukan). Heuristik (heuristic) adalah aturan yang menjadi patokan untuk menebak dengan baik. Heuristik memungkinkan sistem pakar untuk berfungsi sedemikia rupa agar konsisten dengan keahlian manusia, dan menyarankan penggunanya cara memecahkan masalah. Karena sistem pakar memiliki fungsi sebagai konsultan, tindakan menggunakan aplikasi ini disebut dengan konsultasi.

KETERKAITAN ANTARA ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) SISTEM PAKAR (Expert System)

future, artificial intelligence, and transhumanism image

Lalu apa kaitan yang dimiliki antara artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan dengan sistem pakar(Expert System)?

Sistem pakar mulai dikembangkan pada pertengahan tahun 1960-an oleh Artificial Intelligence Corporation. Periode penelitian artificial intelligence ini di dominasi oleh suatu keyakinan bahwa nalar yang digabung dengan komputer canggih akan menghasilkan prestasi pakar atau bahkan manusia super. Suatu usaha ke arah ini adalah General Purpose Problem- Solver (GPS). GPS yang berupa sebuah prosedur yang dikembangkan oleh Allen Newel, John Cliff  Shaw, dan Herbert Alexander Simon dari Logic Theorist merupakan sebuah percobaan untuk menciptakan mesin cerdas. GPS sendiri merupakan sebuah precedessor menuju Expert System (ES) atau yang sekarang kita sebut dengan Sistem Pakar. GPS berusaha untuk menyusun langkah-langkah yang dibutuhkan untuk mengubah situasi awal menjadi state tujuan yang telah ditentukan sebelumnya (Kusrini, 2006). Sistem pakar  dan kecerdasan buatan memiliki sistem fungsional yang hampir menyerupai, yaitu dengan menyimpan kemampuan atau kecerdasan melakukan berbagai hal yang dimiliki manusia ke dalam komputer dan meyimpan pengetahuan di dalam komputer dan sistem pakar awalnya merupakan pengembangan dari kecerdasan buatan.

MACAM-MACAM SISTEM PAKAR

Sistem pakar memiliki berbagai macam menurut Solso & Maclin (2008) diantaranya sebagai berikut :

Eliza

Eliza adalah salah satu Sistem Pakar yang paling awal dikembangkan. Ini adalah program komputer terapis yang dibuat oleh Joseph Weizenbaum di MIT. Pengguna Diktat Mata Kuliah Kecerdasan Buatan Ir. Balza Achmad, M.Sc.E. 24 berkomunikasi dengannya sebagaimana sedang berkonsultasi dengan seorang terapis.

Parry

Parry adalah Sistem Pakar yang juga paling awal dikembangkan di Stanford University oleh seorang psikiater, Kenneth Colby, yang mensimulasikan seorang paranoid.

NetTalk

NetTalk merupakan hasil penelitian Terrence Sejnowski dan Charles Rosenberg pada pertengahan 1980 mengenai jaringan saraf tiruan. NetTalk adalah sebuah program yang berdasarkan pada jaring-jaring neuron dengan membaca tulisan dan mengucapkannya keras-keras. NetTalk membaca keras-keras dengan cara mengkonversi tulisan menjadi fonem-fonem, unit dasar dari suara sebuah bahasa.

Sumber :

McLeod, R. Jr., & Schell, G. P. (2008). Management information systems: sistem informasi manajemen, 10th ed. Jakarta: Salemba Empat

Kusrini. (2006). Sistem pakar: teori dan aplikasi. Yogyakarta: Andi

Solso, R. L., Maclin, O. H., & Maclin, M. K. (2008). Psikologi kognitif, 8th ed. Jakarta : Erlangga

Pada kali ini saya akan menulis tentang Artificial Intelligence (AI)

PENGERTIAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI)

artificial intelligence, aila, and cyber image

Sebelumnya apakah kalian tahu apa itu AI (Artificial Intelligence)?

Artificial Intelligence (AI) atau sering disebut dengan kecerdasan buatan adalah aktivitas penyediaan seperti komputer dengan kemampuan untuk menampilkan perilaku yang akan dianggaap sama cerdasnya dengan kemampuan yang dimiliki manusia (McLeod & Schell, 2008).

Menurut Minsky (dalam Kusrini, 2006) kecerdasan buatan merupakan ilmu yang mempelajari cara membuat komputer melakukan sesuatu seperti yang dilakukan oleh manusia. Definisi lain diungkapkan oleh Rich dan Knight (dalam Kusrini, 2006) bahwa kecerdasan buatan (AI) sebagai sebuah ilmu yang mempelajari bagaimana cara membuat komputer dapat melakukan hal-hal yang dapat dilakukan oleh manusia.

Dari beberapa pendapat diatas maka dapat disimpulkan bahwa Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan adalah ilmu pembuatan komputer yang memiliki kecerdasan dalam melakukan hal-hal yang menyerupai hal-hal yang dapat dilakukan oleh manusia.

SEJARAH SINGKAT

ai, future of robotics, and android image

Sebelum lanjut lagi kalian harus tahu dulu nih asal-usul AI-nya sendiri….

Asal-usul Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan itu sendiri adalah sebagai berikut (McLeod & Schell, 2008):

Pertama kali digunakan untuk bisnis, disebarkan pada tahun 1956 oleh General Electric, istilah kecerdasan buatan pertama kali dikemukakan oleh John McCarthy di tahun yang sama sebagai tema di Dartmouth College. Pada tahun yang sama komputer AI pertama disebut Logic Theorist diumumkan. Adanya keterbatasan kemampuan Logic Theorist yang hanya dapat membuktikan teorema-teorema kalkulus, maka para peneliti teerdorong merangcang program lain yang disebut dengan General Probleem Solver (GPS) ditujukan dalam memecahkan berbagai masalah. Proyek ini  membuat para peneliti kewalahan dalam menyusun program AI tersebut, dan riset AI dikalahkan oleh aplikasi-aplikasi komputer lainnya seperti SIM dan DSS. Namun seiring waktu, riset yang terus berkembang membuahkan hasil.

HUBUNGAN AI DENGAN KOGNISI MANUSIA

Lalu bagaimana hubungan artificial intelligence dengan kognisi manusia ?

Kecerdasan memiliki hubungan yang erat dengan kemampuan kognitif yang dimiliki manusia, beberapa program komputer bisa bekerja lebih efektif dari pikiran manusia. Sehingga, sistem ini berpedoman pada sistem kognisi manusia atau cara berfikir manusia, dalam bernalar, mengenali suatu stimulus, memecahkan masalah, mengingat, dan mengambil suatu keputusan.

Menurut Solso, Maclin, dan Maclin (2008) bahwa kecerdasan manusia dianggap sebagai salah satu komponen dari akal manusia yang berinteraksi dengan pemrosesan informasi. Pembahasan terbaru mengenai kecerdasan buatan (atrificial intelligence) menimbulkan pertanyaan mengenai keunikan manusia yang seperti apakah yang berkaitan dengan inteligensi manusia, dan kemampuan seperti apakah yang diperlukan komputer untuk bertindak seperti kecerdasan yang dimiliki manusia.

Kecerdasan buatan adalah ilmu yang didasarkan pada proses berpikir manusia, hal ini dapat dilihat dari cara kerja artificial intelligence menyerupai dengan cara kerja kognisi manusia, dimana kognisi manusia bekerja untuk menerima stimulus, kemudian diproses dan setelah itu akan menghasilkan respon. Sedangkan cara kerja artificial intelligence adalah menerima input, diproses dan kemudian mengeluarkan output berupa suatu keputusan. Sehingga, melalui pengetahuan tentang proses berpikir dan bagaimana cara berpikir tersebut, peneliti menggunakannya untuk mendesain suatu program komputer yang mempunyai kecerdasan secara buatan. Dari semua proses berpikir itulah yang akan menolong manusia dalam menyelasaikan suatu persoalan. Pada saat otak manusia mendapat informasi dari luar, maka suatu proses berpikir memberikan petunjuk tindakan atau respon apa yang harus dilakukan, demikian pula dengan artificial intelligence yang dibuat untuk membantu menyelesaikan masalahnya.

Sumber :

McLeod, R. Jr., & Schell, G. P. (2008). Management information systems: sistem informasi manajemen, 10th ed. Jakarta: Salemba Empat

Kusrini. (2006). Sistem pakar: teori dan aplikasi. Yogyakarta: Andi

Solso, R. L., Maclin, O. H., & Maclin, M. K. (2008). Psikologi kognitif, 8th ed. Jakarta : Erlangga