Di bawah ini, hal-hal penting yang tidak tertulis tetapi saya yakin dapat disetujui oleh para blogger untuk melindungi diri mereka sendiri dan agar terhindar dari masalah yang tidak perlu.

  1. Mencantumkan Sumber

Seringkali kita mendapatkan informasi dari berbagai media online lain pada saat ingin menulis di blog. Secara hukum, mengutip beberapa kata memang tidak akan melanggar hukum, dan dalam UU HAKI masih termasuk kategori yang disebut ‘Fair Use’.  Akan tetapi, secara etika dan moral, jika ingin mengutip, cantumkan sumber yang kita kutip, misalnya : nama penulis, dan alamat web atau blog di mana kita mengutipnya, jika memungkinkan gunakan ‘link back’.

  1. Meminta Izin

Meski mengutip beberapa kata atau kalimat masih masuk dalam kategori ‘Fair Use’ sesuai dengan UU HAKI, akan tetapi tidak menutup kemungkinan pemilik aslinya akan berkeberatan dan menimbulkan masalah di belakang hari. Meminta ijin dari pemilik tulisan/foto/gambar akan lebih baik dan lebih beretika mengingat kita sendiri pun belum tentu akan suka jika karya kita dicopy atau dipakai orang lain tanpa ijin.

  1. Bebas Tetapi Tidak Melanggar Hak Orang Lain

Jangan karena beranggapan blog ini adalah blog pribadi kita, maka kita bebas menulis dan memposting apa saja tanpa batas (tulisan, foto, gambar, lagu) dan melanggar hak orang lain. Perlu kita tanamkan dalam pikiran dan hati kita, bahwa pengunjung blog bisa siapa saja dan datang dari mana saja. Hindari hal-hal yang melanggar hak orang lain.

http://khrifn.weebly.com/etika-menulis-blog.html

Hal-hal yang harus diperhatikan di media sosial.

  1. Jangan ikut-ikutan

Ikutan komentar tentang hal yang lagi in memang terkadang asik banget. Tapi, kalau kita nggak tahu tentang permasalahan yang ada, jangan ikut-ikutan orang lain cuma karena biar enggak ketinggalan. Just be true and be honest.

2.      Hargai karya orang lain

Untuk media sosial seperti Twitter, kalau kita setuju dan suka sama pendapat orang lain, tinggal klik retweet aja. Beda persoalan untuk Facebook atau Blog. Ada kalanya, kita ingin menulis tentang hal yang sudah ditulis orang lain. Kalau memang mau ditulis lagi, hargai sumber yang dipilih dengan menuliskan alamat website atau apapun yang menjadi sumber. Jangan mencuri tulisan orang lain ya.

3.      Think before you write

Menulis opini atau pandangan kita terhadap sesuatu di media sosial memang bukan hal yang asing. Tapi, hati-hati dengan setiap kalimat yang kita tulis. Apalagi kalau saat menulis kita sedang emosi. Enggak mau kan, dinilai buruk oleh orang lain yang belum kita kenal?

4.      Baca lagi!

Yang ini berhubungan sama poin yang diatas. Untuk mengantisipasi, kita bisa mengecek ulang kalimat apa yang sudah ditulis. Dengan mengecek dan membaca lagi, mudah-mudahan enggak ada deh orang yang protes sama tulisan kita karena sudah diperbaiki sebelumnya.

5.      Be nice

Intinya, just be nice. Jadilah dirimu sendiri, jangan menjadi pribadi yang buruk ya. Karena media sosial punya banyak manfaat, jangan menyia-nyiakan dan menyalahgunakan ya! Semakin banyak hal positif yang kita share ke masyarakat, semakin banyak juga yang bisa mencontoh.

http://hai-online.com/Feature/Stuffs/5-Etika-Di-Media-Sosial/Be-Nice

Ada juga aturan yang dilihat dari segi keindahan/ etis atau tidak. Yap langsung saja, berikut saya kutip 12 Butir Kesepakatan Etika Dalam Menulis Blog:

  1. Menghargai dan menjunjung tinggi perlindungan Hak Kekayaan Intelektual dengan menghindari plagiarisme, pembajakan, dan selalu mencantumkan sumber setiap kali mengutip karya orang lain.
  2. Tidak mendiskreditkan pihak lain dan selalu berkomitmen untuk menulis secara proporsional.
  3. Tidak menampilkan tulisan atau gambar yang mengandung unsur pornografi.
  4. Selalu berbagi pengetahuan dan kebaikan melalui blog masing-masing.
  5. Tidak berprasangka dan hanya menulis berdasarkan fakta yang diyakini bisa dibuktikan serta tetap dengan menjunjung tinggi etika kesopanan dalam menulis.
  6. Tidak melakukan spamming melalui kolom komentar.
  7. Tetap menjaga kesopanan dan rasa saling menghormati dalam memberikan komentar pada blog yang dikunjungi.
  8. Tidak melakukan hack pada website atau blog lain.
  9. Tidak menampilkan tulisan atau gambar yang mengandung unsur SARA.
  10. Menggunakan bahasa yang baik dalam menulis.
  11. Tetap menjunjung tinggi kebebasan berekspresi dalam menulis tetapi tidak melanggar hak-hak orang lain.
  12. Bersedia meralat informasi yang telah ditulis dalam blog jika di kemudian hari terdapat kesalahan dalam memuat tulisan di blog.

http://cahselo.com/2014/02/22/etika-dalam-menulis-blog/

Tip menghindari plagiarisme

Agar terhindar dari plagiarisme, beberapa tip berikut perlu diingat dalam menulis:

Tulis dalam bentuk kutipan langsung, dalam tanda petik “………” (quotation marks), semua bagian yang disalin dari tulisan orang lain dengan menyebut sumbernya baik dalam teks, di catatan kaki dan di akhir karya tulis berupa daftar pustaka. Untuk pengutipan karya tulis, penyebutan atau pencantuman sumber karya yang dikutip harus dilakukan secara lengkap dengan mencantumkan sekurang-kurangnya nama Pencipta , judul atau nama ciptaan, dan nama penerbit jika ada;

  • Mengambil ide dari tulisan orang lain dan menuangkan kembali ide, seluruhnya dengan kata-kata sendiri (paraphrasing), tetap dengan menyebut sumbernya. Contoh: Sebagaimana disampaikan Dr. Hari Rusli,…….

Dasar hukum:

Undang-Undang No. 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta

http://www.hukumonline.com/klinik/detail/lt500f89334b47f/menghindari-pelanggaran-hak-cipta-dalam-menulis

Aturan main adalah dunia kepenulisan ini secara garis besar dapat disebutkan sebagai berikut:

  1. Materi dan gagasan penulisan hendaknya tidak bertentangan dengan Undang-Undang Dasar 1945, Pancasila dan peraturan yang berlaku lainnya.
  2. Isi tulisan tidak menyinggung kebersamaan dalam kerukunan sesama warga negara dan warga masyarakat secara keseluruhan, seperti misalnya masalah SARA (suku, agama, ras, dan antargolongan).
  3. Seorang penulis hendaknya bersikap jujur dalam segala hal yang berkaitan dengan materi kepenulisannya. Misalnya berkaitan dengan penyebutan identitas diri, penyebutan pekerjaan, penyebutan alamat tempat tinggal, status jabatan dan sebagainya. Ketidakjujuran seorang penulis akan merugikan dirinya sendiri.
  4. Mengirim tulisan dengan ketikan rapi, tanpa banyak coretan.
  5. Menggunakan bahasa yang baik dan benar.
  6. Tidak melanggar hak cipta orang lain. Seperti menjiplak, mengutip tanpa disebutkan sumbernya, dan hal-hal semacam itu.
  7. Tidak mengirim tulisan yang sama kepada media yang lain. Kecuali telah mempunyai kesepakatan dengan pihak yang terkait. Perlu diketahui bahwa sebenarnya hal ini belum diundangkan secara baku, tetapi masih merupakan konvensi atau aturan tak tertulis di masing-masing media. Konsekuensi jika penulis ketahuan menulis dengan tulisan yang sama di media berbeda, biasanya ia akan dikenakan sanksi yang biasa disebut black list atau daftar hitam. Artinya jika seseorang telah terkena daftar hitam ini pada media tertentu, maka tulisan-tulisannya tidak akan dimuat pada media tersebut dalam jangka waktu tertentu.

http://www.tohanasrudin.com/2012/03/07/etika-menulis/