A.Definisi kekuasaan

Reliabilitas kehidupan organisasi dan hal ini tak akan hilang. Kekuasaan mengacu pada kemampuan yang dimilik A untuk mempengaruhi perilaku B sehingga B bertindak sesuai dengan keinginan A. Definisi ini mengimplikasikan sebuah potensi yang tidak perlu di aktualisasikan agar efektif.

Sumber : Robbins, Stephen P & Judge, Timothy A. (2007). Perilaku organisasi edisi 12 buku 2. Jakarta : Salemba Empat.

B.Sumber-sumber kekuasaan

Kekuasaan tidak begitu saja diperoleh individu, ada 5 sumber kekuasaan menurut John Brench dan Bertram Raven, yaitu :

  1. Kekuasaan menghargai (reward power)
    Kekuasaan yang didasarkan pada kemampuan seseorang pemberi pengaruh untuk memberi
    penghargaan pada orang lain yang dipengaruhi untuk melaksanakan perintah. (bonus sampai
    senioritas atau persahabatan)
  2. Kekuasaan memaksa (coercive power)
    Kekuasaan berdasarkan pada kemampuan orang untuk menghukum orang yang dipengaruhi
    kalau tidak memenuhi perintah atau persyaratan. (teguran sampai hukuman).
  3. Kekuasaan sah (legitimate power)
    Kekuasaan formal yang diperoleh berdasarkan hukum atau aturan yang timbul dari pengakuan seseorang yang dipengaruhi bahwa pemberi pengaruh berhak menggunakan pengaruh sampai pada batas tertentu.
  4. Kekuasaan keahlian (expert power)
    Kekuasaan yang didasarkan pada persepsi atau keyakinan bahwa pemberi pengaruh mempunyai keahlian relevan atau pengetahuan khusus yang tidak dimiliki oleh orang yang
    dipengaruhi. (professional atau tenaga ahli).
  5. Kekuasaan rujukan (referent power)
    Kekuasaan yang dimiliki oleh seseorang atau kelompok yang didasarkan pada indentifikasi
    pemberi pengaruh yang menjadi contoh atau panutan bagi yang dipengaruhi. (karisma,
    keberanian, simpatik dan lain-lain).

C.Definisi pengaruh

Pengaruh adalah pertanyaan suatu hubungan yang sudah mempunyai arah. Jadi bila kita mengatakan variabel B dipengaruhi oleh variabel A, kita mengatakan arah hubungan itu darii A ke B, bukan dari B ke A. Artinya, pengaruh adalah salah satu bentuhk hubungan yang simetris.

D.Pengaruh taktik organisasi

Taktik Kekuasaan Untuk dapat menjalankan kekuasaan maka diperlukan taktik (yang selanjutkan kitanamakan Taktik Kekuasaan) yang komprehensif, sehingga dalam implementasinya kekuasaan tersebut dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin, walau bagaimanapun anda memperoleh kekuasaan itu.

Taktik Kekuasaan itu sendiri dapat didefinisikan sebagai cara-cara (operasional) yang ditempuh untuk menterjemahkan dasar-dasar kekuasaan menjadi tindakan-tindakan yang spesifik. Taktik Kekuasaan ini bertujuan untuk mempengaruhi oranglain agar yang bersangkutan mau mengikuti keinginan atau permintaan anda dengansadar. Permintaan dalam konteks ini dapat pula berarti tuntutan anda kepada orang lain.

 

Daftar Pustaka :

Robbins, Stephen P & Judge, Timothy A. (2007). Perilaku organisasi edisi 12 buku 2. Jakarta : Salemba Empat.

http://prismamika.blogspot.com/2012/04/084-5-sumber-kekuasaan.html

Umar, Husein. (2002). Metode riset bisnis : paduan mahasiswa untuk melaksanakan riset dilengkapi contoh proposal dan hasil riset bidang manajemen dan akuntasi. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.

http://www.academia.edu/3771258/31010-10-362690505737