Archive for December, 2014


D.Definisi komunikasi interpersonal efektif

Menurut Dean Banlund komunikasi interpersonal adalah adanya orang-orang pada pertemuan tatap muka dalam situasi sosial informal yang melakukan interaksi terfokus melalui pertukaran verbal dan non verbal yang saling berbalasan.

Devito membagi dan membedakan komunikasi interpersonal dengan tiga hal

  1. Definisi berdasarkan komponen (componential definition)

Definisi berdasarkan komponen menjelaskan komunikasi antar pribadi dengan mengamati komponen-komponen utamanya, yaitu penyampaian pesan oleh salah satu orang dan penerimaan pesan oleh orang lain atau sekelompok kecil orang, dengan berbagai dampaknya dan dengan peluan untuk memberikan umpan balik segera.

  1. Definisi berdasarkan hubungan (relational “diadic” definition)

Dalam definisi ini komunikasi antar pribadi merupakan komunikasi yang berlangsung antara dua orang yang mempunyai hubungan yang mantap dan jelas.

  1. Definisi berdasarkan pengembangan (developmental definition)

Dalam ancangan pengembangan (developmental), komunikasi antar pribadi dilihat sebagai akhir perkembangan dari komunikasi yang bersifat tak pribadi (impersonal) pada suatu ekstrim menjadi komunikasi pribadi atau intim pada ekstrim yang lain.

E.Model pengolahan informasi

  1. Rational
  2. Limited capacity
  3. Expert
  4. Cybernetic

F.Model interaktif manajemen

1.Confidence

Dalam manajemen timbulnya suatu interaksi karena adanya rasa nyaman. Kenyamanan tersebut dapat membuat suatu organisasi bertahan lama dan menimbulkan suatu kepercayaan dan pengertian.

2.Immediacy

Ini adalah model organisasi yang membuat suatu organisasi tersebut menjadi segar dan tidak membosankan

3.Interaction management

Adanya berbagai interaksi dalam manajemen seperti mendengarkan dan juga menjelaskan kepada berbagai pihak yang bersangkutan

4.Expressiveness

Mengembangkan suatu komitmen dalam suatu organisasi dengan berbagai macam ekspresi perilaku

5.Other orientation

Dalam hal ini suatu manajemen organisasi berorientasi pada pegawai

 

Sumber

Gotheblock.blogspot.com/2013/12/komunikasi-dalam-manajemen_27.html?m=1

Advertisements

F.Definisi konflik

Konflik berasal dari kata kerja latin configere yang berarti saling memukul. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuat tidak berdaya.

Konflik dilatar belakangi oleh perbedaan ciri-ciri yang dibawa individu dalam suatu interaksi.

G.Jenis-jenis konflik

Menurut Dahrendorf, konflik dibedakan menjadi tujuh

  1. Konflik antar atau dalam peran sosial (intrapribadi)
  2. Konflik antara kelompok-kelompok sosial
  3. Konflik kelompok terorganisir dan tidak terorganisir
  4. Konflik antar satuan nasional
  5. Konflik antar atau tidak agama
  6. Konflik antar politik
  7. Konflik individu dengan kelompok

H.Proses konflik

Ada beberapa proses konflik menurut para ahli

Menurut Hendricks proses trjadinya konflik terdiri dari tiga tahap

  1. Peristiwa sehari-hari, yaitu ditandai dengan adanya individu merasa tidak puas atau jengkel terhadap lingkungan kerja
  2. Adanya tantangan, yaitu apabila terjadi masalah, individu saling mempertahankan pendapat mereka masing-masing dan menyalahkan pihak lain
  3. Timbulnya pertentangnan, yaitu pada tahap ini masing-masing individu atau kelompok bertujuan untuk menang dan mengalahkan kelompok lain

Menurut Terry, G. R.

Menjelaskan bahwa konflik pada umumnya mengikuti pola yang teratur yang ditandai dengan timbulnya krisis, selanjutnya terjadi kesalahpahaman antar individu maupun kelompok, dan konfrontasi menjadi pusat perhatian, pada tahap berikutnya krisis dialih untuk diarahkan dan dikelola,

Sumber

Id.m.wikipedia.org/wiki/konflik

Firslesson.blogspot.com/2012/09/proses-terjadinya-konflik-menurut-para-ahli.html?m=1

A. Definisi empowerment

Menurut Alsop Empowerment atau pemberdayaan adalah suatu kelompok atau kapasitas individu untuk membuat pilihan yang efektif, yaitu untuk membuat pilihan dan kemudian mengubah pilihan-pilihan dalam tindakan dan hasil yang diinginkan.

B.Kunci efektif empowerment

  • Menurut Bartlett pemberdayaan melibatkan perubahan kualitatif. Pengukuran numerik yang tepat dari jenis yang digunakan untuk menangkap perubahan dalam produksi, konsumsi dan pendapat, tidak diterapkan pada perubahan yang terjadi sebagai hasil dari pemberdayaan. Pemberdayaan melibatkan proses yang dilakukan oleh individu atau kelompok, yang mengarah ke perubahan dalam tingkat kontrol yang mereka miliki atas aset tertentu, ditambah perubahan dalam hubungan mereka dengan orang lain.
  • Menurut Bartlett pemberdayaan melibatkan proses. Beberapa transformasi dapat terjadi dalam waktu beberapa jam, tapi lain waktu bertahun-tahun
  • Menurut Sadan proses pemberdayaan berati transisi dari keadaan ketidakberdayaan ke keadaan kontrol lebih besar atas kehidupan, nasib, dan lingkungan seseorang. Proses ini bertujuan untuk mengubah tiga dimensi dari kondisi sosial yaitu, untuk membawa perubahan dalam perasaan dan kapasitas masyarakat, kehidupan kolektif yang mereka miliki, dan praktek sosial yang terlibat dalam situasi tersebut.

C.Definisi stress

Menurut Levy, Dignan, dan Shifers mengatakan stress merupakan beberapa reaksi fisik dan psikologis yang ditunjukan seseorang dalam merespon beberapa perubahan yang mengancam dari ligkungannya yang disebut stresor.

Menurut Selye stress sebagai respon yang tidak spesifik dari tubuh pada tiap tuntutan yang dialami individu.

Menurut Anaroga stress sebenarnya merupakan suatu perubahan di lingkungannya yang dirasakan mengganggu dan mengakibatkan dirinya terancam.

Jadi stress adalah reaksi fisik atau psikologis yang tidak tampak dan disebabkan tekanan dari faktor eksternal maupun internal.

D.Sumber stress

1.Faktor lingkungan

Selain mempengaruhi desain struktur sebuah organisasi, ketidakpastian lingkungan juga memengaruhi tingkat stress pada karyawan dan organisasi. Perubahan dalam siklus bisnis menciptakan ketidakpastia ekonomi.

2.Faktor organisasi

Banyak faktor di dalam organisasi yang dapat menyebabkan stress. Tekanan untuk menghindari kesalahan atau menyelesaikan tugas dalam kurun waktu yang mepet, beban kerja yang berlebihan, atasan yang selalu menuntut dan tidak peka, dan rekan kerja yang tidak menyenangkan adalah beberapa diantaranya.

3.Faktor pribadi

Faktor-faktor pribadi terdiri dari masalah keluarga, masalah ekonomi pribadi, serta kepribadian dan karakter yang melekat dalam diri seseorang,

E.Pendekatan stres

  1. Pendekatan individual
  • Penerapan manajemen waktu

Pengeturan waktu yang sangat tepat akan menjamin seseorang tidak akan menjadi stres

  • Penambahan waktu olahraga

Dalam tubuh manusia diperlukan olah raga yang dapat mengatur dan merangsang syaraf motorik dan otot-otot sehingga membuat badan kita menjadi bugar

  • Pelaihan relaksasi

Setelah melakukan kerja yang cukup padat dan banyak, tentunya membuat tubuh menjadi lelah dan diperlukan relaksasi yang membantu menenangkan tubuh yang tegang menjadi relaks

  • Perluasan jaringan dukungan sosial

Berhubungan dengan banyak orang memang sangat penting. Selain dengan mempermudah dalam pekerjaan, dengan memiliki banyak jaringan pertemanan juga bisa kita manfaatkan sebagai tempat berbagi dalam memecahkan masalah yang dialami.

  1. Pendekatan organisasional
  • Menciptakan iklim organisasional yang mendukung
  • Adanya penyeleksian personel dan penempatan kerja yang lebih baik
  • Mengurangi konflik dan mengklarifikasi peran oraganisasional
  • Penetapan tujuan yang realistis
  • Pendesainan ulang pekerjaan
  • Perbaikan dalam komunikasi organisasi
  • Membuat bimbingan konseling

 

 

Sumber

Nonvivit.blogspot.com/2013/10/definisi-empowerment-kunci-efektif.html?m=1

Kajianpsikologi.blogspot.com/2012/02/definis-stress.html?m=1

Id.m.wikipedia.org/wiki/stres

Halamanbelakank.blogspot.com/2013/04/manajemen-stress-dalam-perilaku-organisasi.html?m=1

A.Definisi kekuasaan

Reliabilitas kehidupan organisasi dan hal ini tak akan hilang. Kekuasaan mengacu pada kemampuan yang dimilik A untuk mempengaruhi perilaku B sehingga B bertindak sesuai dengan keinginan A. Definisi ini mengimplikasikan sebuah potensi yang tidak perlu di aktualisasikan agar efektif.

Sumber : Robbins, Stephen P & Judge, Timothy A. (2007). Perilaku organisasi edisi 12 buku 2. Jakarta : Salemba Empat.

B.Sumber-sumber kekuasaan

Kekuasaan tidak begitu saja diperoleh individu, ada 5 sumber kekuasaan menurut John Brench dan Bertram Raven, yaitu :

  1. Kekuasaan menghargai (reward power)
    Kekuasaan yang didasarkan pada kemampuan seseorang pemberi pengaruh untuk memberi
    penghargaan pada orang lain yang dipengaruhi untuk melaksanakan perintah. (bonus sampai
    senioritas atau persahabatan)
  2. Kekuasaan memaksa (coercive power)
    Kekuasaan berdasarkan pada kemampuan orang untuk menghukum orang yang dipengaruhi
    kalau tidak memenuhi perintah atau persyaratan. (teguran sampai hukuman).
  3. Kekuasaan sah (legitimate power)
    Kekuasaan formal yang diperoleh berdasarkan hukum atau aturan yang timbul dari pengakuan seseorang yang dipengaruhi bahwa pemberi pengaruh berhak menggunakan pengaruh sampai pada batas tertentu.
  4. Kekuasaan keahlian (expert power)
    Kekuasaan yang didasarkan pada persepsi atau keyakinan bahwa pemberi pengaruh mempunyai keahlian relevan atau pengetahuan khusus yang tidak dimiliki oleh orang yang
    dipengaruhi. (professional atau tenaga ahli).
  5. Kekuasaan rujukan (referent power)
    Kekuasaan yang dimiliki oleh seseorang atau kelompok yang didasarkan pada indentifikasi
    pemberi pengaruh yang menjadi contoh atau panutan bagi yang dipengaruhi. (karisma,
    keberanian, simpatik dan lain-lain).

C.Definisi pengaruh

Pengaruh adalah pertanyaan suatu hubungan yang sudah mempunyai arah. Jadi bila kita mengatakan variabel B dipengaruhi oleh variabel A, kita mengatakan arah hubungan itu darii A ke B, bukan dari B ke A. Artinya, pengaruh adalah salah satu bentuhk hubungan yang simetris.

D.Pengaruh taktik organisasi

Taktik Kekuasaan Untuk dapat menjalankan kekuasaan maka diperlukan taktik (yang selanjutkan kitanamakan Taktik Kekuasaan) yang komprehensif, sehingga dalam implementasinya kekuasaan tersebut dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin, walau bagaimanapun anda memperoleh kekuasaan itu.

Taktik Kekuasaan itu sendiri dapat didefinisikan sebagai cara-cara (operasional) yang ditempuh untuk menterjemahkan dasar-dasar kekuasaan menjadi tindakan-tindakan yang spesifik. Taktik Kekuasaan ini bertujuan untuk mempengaruhi oranglain agar yang bersangkutan mau mengikuti keinginan atau permintaan anda dengansadar. Permintaan dalam konteks ini dapat pula berarti tuntutan anda kepada orang lain.

 

Daftar Pustaka :

Robbins, Stephen P & Judge, Timothy A. (2007). Perilaku organisasi edisi 12 buku 2. Jakarta : Salemba Empat.

http://prismamika.blogspot.com/2012/04/084-5-sumber-kekuasaan.html

Umar, Husein. (2002). Metode riset bisnis : paduan mahasiswa untuk melaksanakan riset dilengkapi contoh proposal dan hasil riset bidang manajemen dan akuntasi. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.

http://www.academia.edu/3771258/31010-10-362690505737

 

C. Tipe-tipe kontrol dan kontrol proses manajemen

Tipe pengendalian manajemen dapat dikategorikan kedalam tiga kelompok yaitu

1.Pengendalian preventif (prefentive control)

Dalam tahap ini pengendalian manajemen terkait dengan perumusan strategic yang dijabarkan dalam bentuk program-program.

2.Pengendalian operasional (operational control)

Dalam tahap ini pengendalian manajemen terkait dengan pengawasan pelaksanaan program yang telah ditetapkan melalui alat berupa anggaran. Anggaran digunakan untuk menghubungkan perenanaan dengan pengendalian.

3.Pengendalian kinerja

Pada tahap ini pengendalian manajemen berupa analisis evaluasi kinerja berdasarkan tolok ukur kinerja yang telah ditetapkan.

D.Kontrol proses manajemen

1.Perencanaan strategi

Perencanaan strategi adalah proses memutuskan program-program utama yang akan dilakukan suatu organisasi dalam rangka implementasi strategi dan menaksir jumlah sumber daya yang akan dialokasikan untuk tiap-tiap program jangka panjang beberapa tahun yang akan datang.

2.Penyusunan anggaran

Penyusunan anggaran adalah proses pengoperasian rencana dalam bentuk pengkuantifikasian, biasanya dalam unit moneter untuk kurun waktu tertentu.

3.Pelaksanaan

Selama tahun anggaran, manajer melakukan program atau bagian dari program yang menjadi tanggung jawabnya. Laporan yang dibuat hendaknya menunjukan dapat menyediakan informasi tentang aggaran dan realisasinya baik itu informasi untuk mengukur kinerja keuangan maupun nonkeuangan, informasi internal maupun eksternal

4.Evaluasi kerja

Prestasi kerja bisa dilihat dari efisien atau efektif tidaknya suatu pusat pertanggung jawaban menjalankan tugasnya. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan antara realisasi anggaran dengan anngaran yang telah ditetapkan sebelumnya.

Sumber

Desthi-m.blogspot.com/2010/01/tipe-pengendalian-manajemen.html?m=1

Fitria-inasya.blogspot.com/2013/11/tipe-tipe-kontrol-kontrol-proses.html?m=1