Archive for July, 2014


Dewasa ini banyak sekali kita temukan pengangguran yang berkeliaran karena tidak mempunyai pekerjaan yang layak. Badan Pusat Statistik melaporkan 7,15 juta orang dari 125,3 juta angkatan kerja di Indonesia masih menganggur. “Pada Februari 2014, jumlah tingkat pengangguran terbuka sebanyak 7,20 orang. Jumlah penduduk yang bekerja 118,17 juta orang, meningkat dibandingkan Februari 2013 sebanyak 116,4 juta orang,” kata Kepala BPS Suryamin dalam konferensi pers di kantornya, Senin, 5 Mei 2014. Salah satu penyebab pengangguran adalah malas untuk mencari kerja dan melakukan aktivitas yang cukup banyak serta malas bersaing dengan orang lain. Bisa juga dipengaruhi oleh budaya yang instan. Maka dari itu saya memiliki beberapa saran untuk menanggulangi sikap kemalasan pada diri seseorang yang menyebabkan dia menggangur.

Sumber: http://www.tempo.co/read/news/2014/05/05/092575553/715-Juta-Orang-Indonesia-Masih-Menganggur

 

  1. Meningkatan kontrol diri
  • Pengendalian diri sebagai perilaku yang dipelajari

Perilaku disini tidak hanya merujuk untuk perilaku terbuka tetapi untuk semua proses internal dan eksternal dan kegiatan yang dapat diamati dan diukur. Titik utama Skinner adalah perilaku yang terdiri dari kemampuan kita untuk mengendalikan diri dapat dimodifikasi oleh prinsip yang sama seperti perilaku lain. Perilaku mengendalikan diri terutama dipelajari dan dengan demikian lebih rentan terhadap perubahan.

  • Kesadaran akan pengaruh lingkungan

Orang-orang yang bergantung pada prinsip-prinsp modifikasi perilaku stres perlu juga “outsight” atau kesadaran dan penguasaan pengaruh eksternal perilaku.

  • Mengubah isyarat dan konsekuensi dari perilaku.

Dua jenis variabel pengendalian atau pengaruh sangat penting untuk perilaku, yaitu isyarat yang memicu perilaku dan konsekuensi yang mengikutinya. Beberapa syarat di sekeliling kita atau di dalam diri kita dapat memicu apa yang kita katakan dan kita lakukan dan seringkari kita hanya samar-samar dalam menyadari ini. Seringkali konsekuensi dari perilaku kita mengerahkan pengaruh yang lebih pada apa yang kita lakukan.

 

  1. Menetapkan tujuan
  • Mendefinisikan perilaku sasaran Anda

Sangat penting untuk menentukan target perilaku dalam hal perilaku. Kita ingin mengurangi atau menghilangkan masalah perilaku (perilaku negatif) dan meningkatkan perilaku yang positif.

  • Menetapkan tujuan yang dapat dicapai

Membuat program perbaikan diri untuk memilih tujuan yang terlalu ambisius atau tidak realistis.

 

  1. Pencatatan perilaku

Setelah kamu menetapkan tujuan, penting untuk memperhatikan perilakumu sekarang sebagai basis (landasan) untuk mengukur progresnya nanti. Ada tiga cara untuk mencatat, yang pertama itu frequency count (menghitung seberapa seringnya) contohnya itu menghitung jumlah kalori yang kita konsumsi atau berapa kali kamu berbicara dalam kelas. Yang kedua measure of the duration or amount of time invested in the behavior (mengukur durasi atau waktu ketika melakukan perilaku), teknik ini lebih sulit, tapi lebih pantas ketika perilaku tidak dapat dengan mudah dipecah menjadi peristiwa yang terpisah. Contohnya seperti berapa lama tidur, belajar, dan bekerja. Yang ketiga adalah counting the products of the behavior (menghitung hasil dari perilaku) seperti ruangan yang bersih, tugas yang sudah selesai.

 

  1. Menyaring antisenden perilaku

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, banyak perilaku terjadi karenakan rentetan peristiwa (chain behavior). Seperti merokok, itu cenderung sering terjadi ketika individu gugup, bosan dll. Kondisi ini disebut antisenden. Ketika tujuan kamu adalah menghilangkan perilaku yang tidak dinginkan, strategi terbaik adalah dengan mengurangi antisenden tersebut. Dan ketika kamu mencoba untuk menetapkan perilaku yang dinginkan sebaiknya kamu membuat/membangun antisenden dan asosiasi yang memicu perilaku yang diinginkan tersebut.

 

  1. Menyusun konsekuensi yang efektif

Setelah kamu mulai mengontrol beberapa kondisi yang memicu target perilakumu, kamu siap untuk lebih memperhatikan konsekuensi dari perilakumu.

Kita tidak memberi imbalan kepada diri kita sendiri dengan reinforcers (penguat) sampai kita bisa melihatkan target perilaku yang ingin kita kuatkan. Reinforcers itu sendiri adalah apapun yang memperkuat perilaku. Ada dua macam reiforcers yang pertama positive reinforcment syang memperkuat perilaku yang diberikan langsung. Yang kedua negative reiforcement terdiri dari mengurangi atau menghilangkan stimulus yang tidak menyenangkan seperti cemas.

Memilih reinforcer adalah tindakan yang sangat pribadi. Pada dasarnya, reinforcer yang efektif harus memiliki beberapa kriteria. Yang pertama harus sesuatu yang menguatkan untuk kamu. Yang kedua apakah reinforcer itu mudah dikendalikan. Yang ketiga adalah reiforcer itu harus kuat.

 

  1. Menerapkan perencanaan yang efektif

Pada poin ini kamu sudah siap untuk menetapkan keseluruhan rencanamu ke tindakan. Tapi, sebelum kamu memulai, penelitian sudah menunjukkan bahwa kamu harus berhati-hati kepada dua hal: persetujuan dengan dirimu tentang tujuanmu dan reinforcers yang kamu gunakan. Dengan tujuan untuk mempunyai pertujuan yang jelas dengan dirimu sendiri tentang apa yang hendak kamu selesaikan, kamu harus membuat self-contract. Yang didalamnya harus terdapat:

  1. Penjelasan yang jelas tentang terget perilaku yang hendak di capai, termasuk batas waktu programmu.
  2. Reinforcers yang akan kamu gunakan, bersamaan dengan jadwal digunakannya.
  3. Klausa bonus untuk tambahan positive reinforcement jika kamu melampaui batas minimal kontrakmu.
  4. Klausa pinalti jika kamu tidak memenuhi kontrakmu dalam waktu yang sudah ditentukan.
  5. Cara-cara yang akan anda gunakan untuk mencatat perilaku anda.
  6. Saksi mata, minimal satu orang, terutama jika mereka membantumu.

idealnya adalah kamu menggunakan reinforcers segera setelah kamu melakukan perilaku yang kamu inginkan.

  1. Evaluasi

Akan ada hari yang baik dan buruk ketika melakukan self-impovement (perbaikan diri sendiri). Sering sekali orang-orang cenderung meremehkan peningkatan mereka dikarenakan tidak secepat yang mereka inginkan. Beberapa perubahan dalam perilaku terjadi secara berangsur-angsur dan memerlukan kesabaran yang besar. Ketika peningkatan mereka megecewakan, ada beberapa hal yang menjadi kesalahan. Yang paling sering dikarenakan kekurangan sasaran perilaku yang di tetapkan, kesalahan dalam catatan, atau gagal dalam menggunakan reinforcement dengan benar. Problem pertama biasanya terdiri dari target perilakunya terlalu biasa. Yang kedua adalah ketika melakukan renforcement. Tidak membuat reinforcement kontigan pada perilaku anda, yang pada dasarnya adalah kecurangan pada diri anda.

Banyak orang yang sukses dalam upaya meningkatkan perubahan diri sering mencapain pada poin dimana mereka berhenti mengikuti program mereka. Beberapa bulan setelah menyelesaikan program self-modification, banyak siswa yang malu mengebai tidak lagi menyimpan catatan atau menggunakan renforcers. Tapi, mereka juga tidak terganggu oleh problem perilaku mereka.

Ide yang bagus untuk menghapus program anda secara sengaja dan bertahap. Daripada tiba-tiba berhenti dari catatan atau renforcers anda, anda seharusnya beralih dengan cara mengurangi sedikit demi sedikit reinfocementnya.

Sukses dalam mencapai kontrol diri yang baik adalah persoalan yang relatif. Mereka yang sudah mencapai tujuan mereka cenderung untuk mendukung lebih baru, lebih ambisus. Namun, individu yang belum sukses bisa belajar dari kesalahannya.

Demikian beberapa tips dan trik yang bisa saya sarankan semoga dengan ini Anda bisa menguragi kemalasan dan mendapatkan pekerjaan yang lebih baik.

Advertisements

Cinta dan Pernikahan

TUGAS KESEHATAN MENTAL

Pradipta Windaru.

2PA03 / 15512682.

Saya mewawancarai sepasangan suami istri yang telah memiliki usia pernikahan lebih dari 20 tahun berjalan. Sebut saja Bapak Bantal dan Ibu Guling. Mereka mengawali pernikahan disaat mereka telah berusia 27 tahun, pernikahan tersebut diselenggarakan pada tahun 1993.

Awal mula mereka bertemu adalah dengan dikenalkan oleh seorang teman mereka yang ternyata ia adalah anak dari pemilik kos-kosan yang disinggahi oleh Ibu Guling yang secara kebetulan sedang mengembangkan studinya di salah satu universitas ternama di kota Tanggo-land. Perkenalan ini terjadi ketika anak Ibu kos ini sedang merayakan hari kelulusannya dari sebuah akademi instasi kenegaraan.

Pertama berkenalan Ibu Guling tidak berpikir apa-apa dan sama sekali tidak tertarik dikarenakan Bapak Bantal berpenampilan tidak menarik bagi Ibu Guling, keadaan saat itu Bapak Bantal masih kusam, geseng alias hitam dan masih plontos-plontos kepalanya, dan penampilannya terlihat sama semua dengan teman-temannya yang baru saja lulus dari akademi tersebut, tutur Ibu Guling.

Setelah beberapa bulan berkenalan, Bapak Bantal terus berusaha mendekati Ibu Guling untuk meyakinakan bahwa dialah yang dicari Ibu Guling selama ini. Selain Itu Bapak Bantal ini memiliki firasat dan cara-cara yang baik dalam menentukan momen pertemuannya dengan Ibu Guling, salah satu ceritanya seperti ini….

Ketika itu Ibu Guling sedang bersantai di dalam kamar kosannya, tiba-tiba ada temannya yang memberi tahukan bahwa ada yang mencarinya, karena Ibu Guling mengetahui bahwa itu adalah seseorang yang selalu mengejar-ngejarnya maka ia pun berusaha menghindar agar tidak menemui orang tersebut karena ia tidak menyukainya, akan tetapi karena adanya kesalahan dari teman satu kosnya maka ia harus menemui orang tersebut. Tidak seberapa lama lalu sang Bapak Bantal tiba-tiba saja muncul di depan kosan Ibu Guling tersebut, sontak hal itu membuat Ibu Guling terkejut. Langsung saja Bapak Bantal menghampiri Ibu Guling dan berkata ,“Tolong pinjamkan handuk dan sikat gigi untuk saya ya…”

Lalu hal itu pun membuat penggemar Ibu Guling pun pupus, karena ia mengira bahwa Bpak Bantal merupakan pacar atau pasangan dari Ibu Guling. Sesekali Bapak Bantal juga mengajak pergi Ibu Guling ke perpustakaan (ya kata Bapak Bantal ini juga termasuk salah satu cara jitu mengajak seseorang wanita keluar berkencan), selagi Ibu Guling juga sedang ada perlu di perpustakaan maka ia tidak menolak ajakan Bapak Bantal.

Seiring perjalannya waktu mereka pun telah menjalani sebuah hubungan sebagai teman khusus. Setelah keduanya lulus dan telah mendapatkan gelar S1, mereka berfokus untuk mencari pekerjaan dahulu sebelum melakukan langkah-langkah selanjutnya yang lebih serius. Setelah beberapa tahun berlalu dan mereka mendapatkan modal yang cukup khususnya Bapak Bantal sendiri, lalu Bapak Bantal pun melamar Ibu Guling.

Akhirnya merekapun menikah tidak sampai setahun pernikahan, mereka pun telah dikaruniai anak laki-laki pertama. Enam tahun pernikahan hadirlah anak kedua yaitu seorang anak perempuan dan setelah sebelas tahun pernikahannya pun mereka masih diberikan bonus karunia yaitu seorang anak perempuan.

Setelah mendengar sedikit cerita dari mereka saya menjadi penasaran dengan keharmonisan rumah tangga ini. Mereka memberitahu saya beberapa tipsnya adalah dengan mereka saling mengalahkan ego masing-masing, mencoba saling mengerti dan membantu jika salah satu ada kesibukan, panjang sabar dalam membina suatu hubungan terutama dalam pernikahan dan berpikir kedepannya bukan untuk sekarang tapi untuk masa depan apa saja yang harus dipersiapkan.

Kurang lebih telah 20 tahun masa pernikahan telah mereka jalani, mereka tidak pernah bertengkar dalam situasi apapun. Karena jika terjadi pertengkaran pasangan ini malu dengan anak-anaknya. Mereka juga selalu berusaha menjadi yang terbaik dan menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya, maka dari itu mereka juga sangat dekat dengan anak-anaknya. Selalu ada canda tawa di setiap saat mereka berkumpul, meski pun mereka semua telah memiliki kesibukan masing-masing mereka pun selalu menyempatkan waktu untuk dihabiskan bersama dengan anak-anaknya.

Bapak Bantal dan Ibu Guling merupakan orang tua yang bekerja keras, keduanya terus berkerja dan berkarya di bidangnya. Seiring berjalannya waktu Bapak Bantal sering melakukan dinas keluar kota atau mengerjakan suatu proyek dari kantor yang diharuskan keluar kota. Ketika Bapak Bantal dinas keluar kota terkadang anak-anak serta istrinya diajak untuk ikut dengannya keluar kota dan menghabiskan waktu liburan anak-anaknya. Disela sibuknya pekerjaan mereka tetap saling berkomunikasi satu sama lain dan tetap menyempatkan waktu untuk berlibur bersama.

Walaupun si Bapak Bantal tipe orang sedikit cuek terhadap lingkungan, tetapi secara diam-diam ia tetap melengkapi/ memerhatikan dan menjaga keharmonisan rumah tangga ini. Karena untuk mereka pernikahan bersifat abadi hingga maut memisahkan mereka. Kepedulian adalah kunci dalam keharmonisan keluarga ini.

Demikian yang dapat saya sampaikan dari hasil wawancara saya dengan Bapak Bantal dan Ibu Guling semoga dapat membantu dalam membina hubungan dengan pasangan anda.