Mayat di Freezer Warung Bakso

Riki Bunuh Juragan Bakso Karena Kesal Ibunya Ditiduri Korban

Mei Amelia R – detikNews

 

Jakarta – Riki Sutiawan tega membunuh majikannya yang juga juragan bakso, Suwarno di Tangerang. Riki sudah ditangkap, dari mulutnya keluar alasan dia membunuh Suwarno dan menaruhnya di freezer.

 

“Dia kesal ibunya diselingkuhi korban,” jelas penegak hukum yang tak mau disebutkan namanya, Minggu (13/4/2014).

 

Riki melakukan aksinya dibantu seorang rekannya. Pembunuhan itu dilakukan pada Jumat (11/4). Riki memukul kepala korban dengan balok kayu. Kemudian dia menaruh jasad Suwarno di freezer. Riki dan temannya kemudian melarikan diri ke Sumatera.

 

Polresta Tangerang dan Subdit Resmob Polda Metro Jaya menangkap Riki pada Sabtu (12/4) di kereta dalam perjalanan dari Lampung menuju OKU, Sumsel. Riki sempat hendak kabur namun petugas berhasil membekuknya. Dari tangan pelaku disita HP milik korban dan dompet berisi uang milik tersangka.

 

Kapolresta Tangerang Kombes Pol Irving mengakui bahwa seorang pelaku sudah ditangkap. Namun Irving belum menjelaskan secara detil soal kronologi dan motif pelaku membunuh korban.
Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program “Reportase Malam” pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(mei/jor)

Sumber:

http://news.detik.com/bandung/read/2014/04/13/075257/2553459/10/riki-bunuh-juragan-bakso-karena-kesal-ibunya-ditiduri-korban

Pada kasus di atas saya menganalisis menggunakan teori Psikoanalisa yang diungkapkan oleh Sigmund Freud, dikarenakan sesuai dengan unsur permasalahan yang terdapat pada kasus di atas. Di bawah ini merupakan penjelasan dari teori yang di ungkapkan oleh Sigmund Freud itu sendiri.

 

Psikoanalisa Sebagai Teori Kepribadian

Menurut Freud, kehidupan jiwa memiliki tiga tingkat kesadaran, yakni sadar (conscious), prasadar (preconscious), dan tak sadar (unconscious). Baru pada tahun 1923 Freud mengenalkan tiga model struktural yang lain, yakni id, ego, dan superego. Struktur baru ini tidak mengganti struktur lama, tetapi melengkapi atau menyempurnakan gambaran mental terutama dalam fungsi atau tujuannya. Untuk mempelajari dan memahami sistem kepribadian manusia, Freud berusaha mengembangkan model kepribadian yang saling berhubungan dan menimbulkan ketegangan antara satu dengan yang lainnya. Konflik dasar ketiga sistem kepribadian tersebut dapat menciptakan energi psikis individu dan memiliki sistem kerja, sifat serta fungsi yang berbeda. Meskipun demikian antara satu dengan yang lainnya merupakan satu tim yang saling bekerja sama dalam mempengaruhi perilaku manusia.

 

Id

Id merupakan lapisan psikis yang paling dasariah, kawasan eros dan thanos berkuasa. Dalam id terdapat naluri-naluri bawaan biologis (seksual dan agresif, tidak ada pertimbangan akal atau etika dan yang menjadi pertimbangan kesenangan) serta keinginan-keinginan yang direpresi. Hidup psikis janin sebelum lahir dan bayi yang baru dilahirkan terdiri dari id saja. Jadi id sebagai bawaan waktu lahir merupakan bahan dasar bagi pembentukan hidup psikis lebih lanjut. Sedangkan naluri id merupakan prinsip kehidupan yang asli atau pertama, yang oleh Freud dinamakan prinsip kesenangan, yang tujuannya adalah untuk membebaskan seseorang dari ketegangan atau mengurangi jumlah ketegangan sehinga menjadi lebih sedikit dan untuk menekannya sehingga sedapat mungkin menjadi tetap. Ketegangan dirasakan sebagai penderitaan atau kegerahan sedangkan pertolongan dari ketegangan dirasakan sebagai kesenangan. Id tidak diperintahkan oleh hukum akal atau logika dan tidak memiliki nilai etika ataupun akhlak. Id hanya didorong oleh satu pertimbangan yaitu mencapai kepuasan bagi keinginan nalurinya, sesuai dengan prinsip kesenangan. Menurut Freud ada dua cara yang dilakukan oleh id dalam memenuhi kebutuhannya untuk meredakan ketegangan yang timbul yaitu melalui reflek seperti berkedip dan melalui proses primer seperti membayangkan makanan pada saat lapar. Sudah pasti dengan membayangkan saja kebutuhan kita tidak akan terpenuhi melainkan hanya membantu meredekan ketegangan dalam diri kita. Agar tidak terjadi konflek maka dari itu diperlukan sistem lain yang dapat merealisasikan imajinasi itu menjadi kenyataan sistem tersebut adalah ego.

 

Ego

Ego adalah sistem kepribadian yang didominasi kesadaran yang terbentuk sebagai pengaruh individu kepada dunia obyek dari kenyataan dan menjalankan fungsinya berdasarkan pada prinsip kenyataan berarti apa yang ada. Ego merupakan pelaksanaan dari kepribadian, yang mengontrol dan memerintahkan id dan superego serta memelihara hubungan dengan dunia luar untuk kepentingan seluruh kepribadian yang keperluannya luas. Jika ego melakukan faal pelaksanaannya dengan bijaksana akan terdapat keharmonisan dan keselarasan. Kalau ego mengarah atau menyerahkan kekususannya terlalu banyak kepada id, kepada superego ataupun kepada dunia luar akan terjadi kejanggalan dan kesadarannya pun tidak teratur. Ini berarti bahwa setiap orang memiliki potensi pembawaan untuk berpikir dan menggunakan akalnya. Sehingga dapat dikatakan bahwa kebanyakaan ego bekerja di bidang kesadaran, terkadang juga pada alam ketidaksadaran dan melindungi individu dari gangguan kecemasan yang disebabkan oleh tuntutan id dan superego.

 

Superego

Superego merupakan sistem kepribadian yang berisi nilai-nilai moral bersifat evaluatif (memberikanbatasan baik dan buruk). Menurut Freud superego merupakan internalisasi idividu tentang nilai masyarakat, karena pada bagian ini terdapat nilai moral yang memberiakan batasan baik dan buruk. Dengan kata lain superego dianggap pula sebagai moral kepribadian. Adapun fungsi pokok dari superego jika dilihat dari hubungan dengan ketiga aspek kepribadian adalah merintangi impuls-impuls ego terutama impuls-impuls seksual dan agresif yang pernyataannya sangat ditentang oleh masyarakat dan mendorong ego untuk lebih mengejar hal-hal yang moralistis daripada yang realistis serta mengejar kesempurnaan yang diserap individu dari lingkungannya. Sedangkan dalam superego yang bersifat ideal, Freud membaginya kedalam dua kumpulan yaitu suara hati (cansience) dan ego ideal. Kata hati didapat melalui hukuman oleh orang tua, sedangkan ego ideal dipelajari melalui penggunaan penghargaan. Superego dalam peranannya sebagai penguasa dari dalam dirinya kemudian mengambil tindakan serangan terhadap ego.

 

 

Analisa

Kepribadian yang sehat menurut Freud adalah jika individu bergerak menurut pola perkembangan yang ilmiah. Hasil dari belajar dapat mengatasi tekanan dan kecemasan. Kesehatan mental yang baik adalah hasil dari keseimbangan antara kinerja super ego terhadap id dan ego.

Jadi kesimpulan dari studi kasus di atas adalah Riki yang sebagai tersangka merupakan salah satu contoh sebagai pribadi yang tidak sehat dikarenakan Riki tidak dapat menyeimbangkan id, ego, dan super ego. Id yang dimiliki oleh Riki lebih besar pengaruhnya dibandingkan dengan ego dan super ego yang dimilikinya. Id Riki menjadi lebih besar karena ia merasa terhina, akibat perbuatan “Juragan Bakso” yang tidak terhormat kepada Ibunya yaitu dengan menyelingkuhi serta meniduri Ibunya. Maka dari itu ia melanggar nilai-nilai norma yang ada di masyarakat atau bisa kita sebut super ego yang ada pada dirinya. Dan mengakibatkan ego juga terpengaruh akibat besarnya kekuatan dari id yang dimiliki oleh Riki.

 

Sumber:

http://donaparamita.files.wordpress.com/2013/02/teori-psikoanalisis.pdf

http://ajengdwiy-ajeng.blogspot.com/2013/03/teori-kepribadian-sehat-aliran.html