Archive for March, 2013


Mitos adalah cerita prosa rakyat yang menceritakan kisah dengan latar belakang masa lampau, mengandung penafsiran-penafsiran tentang alam semesta dan keberadaan makhluk di dalamnya, serta dianggap benar-benar terjadi oleh yang empunya cerita atau penganutnya. Dalam pengertian yang lebih luas, mitos dapat mengacu kepada cerita tradisional. Pada umumnya mitos dapat timbul sebagai catatan peristiwa sejarah yang terlalu dilebih-lebihkan, sebagai personifikasi bagi fenomena alam, atau sebagai suatu penjelasan tentang ritual. Mereka disebarkan untuk menyampaikan pengalaman religius atau ideal, untuk membentuk model sifat-sifat tertentu, dan sebagai bahan ajaran dalam suatu komunitas.

Legenda adalah cerita prosa rakyat yang dianggap oleh yang mempunyai cerita sebagai sesuatu yang benar-benar terjadi. Oleh karena itu, legenda sering kali dianggap sebagai “sejarah” kolektif. Walaupun demikian, karena tidak tertulis, maka kisah tersebut telah mengalami  sehingga sering kali jauh berbeda dengan kisah aslinya. Oleh karena itu, jika legenda hendak dipergunakan sebagai bahan untuk merekonstruksi sejarah, maka legenda harus dibersihkan terlebih dahulu bagian-bagiannya dari yang mengandung sifat-sifat folklor.

Menurut Buku Sari Kata Bahasa Indonesia, Legenda adalah cerita rakyat jaman dahulu berkaitan dengan peristiwa dan asal-usul terjadinya suatu tempat. Contohnya: Sangkuriang dan Batu Menangis.
Cerita rakyat adalah sebagian kekayaan budaya dan sejarah yang dimiliki Bangsa Indonesia. Pada umumnya, cerita rakyat mengisahkan tentang suatu kejadian di suatu tempat atau asal muasal suatu tempat. Tokoh-tokoh yang dimunculkan dalam cerita rakyat umumnya diwujudkan dalam bentuk binatang, manusia maupun dewa. Fungsi Cerita rakyat selain sebagai hiburan juga bisa dijadikan panutan terutama cerita rakyat yang mengandung pesan-pesan pendidikan moral.

Banyak orang di era globalisasi ini yang tidak menyadari kalau negeri kita tercinta Indonesia memiliki budaya yang patut dilestarikan salah satunya adalah cerita rakyat yang dimiliki oleh setiap suku yang tersebar di tanah air. Bisa dimaklumi karena cerita rakyat menyebar secara lisan yang diwariskan turun-temurun, namun sekarang banyak cerita rakyat yang ditulis dan dipublikasikan sehingga cerita rakyat Indonesia bisa dijaga dan tidak sampai hilang dan punah.

CONTOH MITOS
•    Berfoto bersama dalam jumlah ganjil.
Janganlah berfoto dalam jumlah ganjil karena salah satu dari yang difoto akan cepat meninggal. Biasanya yang ditengah.
•    Berlama-lama dikamar mandi.
Janganlah anda berlama-lama dikamar mandi karena akan terlihat lebih tua dari usia anda sebenarnya.
•    Duduk dipintu.
Anda dilarang duduk tepat didepan pintu, karena dikhawatirkan ada makhluk lewat yang melewati pintu tersebut dan anda akan jatuh sakit (kesambet).
•    Gadis keramas dihari Sabtu.
Jika anda seorang gadis, janganlah anda keramas pada hari Sabtu, karena berakibat anda akan mempunyai suami penyiksa
•    Kebiasaan menggigit bibir bagian bawah.
Janganlah anda selalu menggigit bibir bagian bawah, karena kelak anda akan bernasib buruk dan rezeki seret.
•    Kebiasaan menggigit bibir bagian atas.
Janganlah menggigit bibir bagian atas karena akan selalu banyak hutang dalam hidup
•    Kebiasaan menggigit kuku.
Janganlah sering menggigit kuku, karena akan mengundang nasib buruk dan pembawaan sering gugup juga akan menderita batin.
•    Kebiasaan memutir rambut.
Janganlah anda memutir-mutir rambut karena kelak anda akan menjadi bahan gunjingan orang dan menjadi korban fitnah.
•    Kebiasaan bersiul diwaktu malam.
Janganlah anda selalu bersiul diwaktu karena disaat anda tidur dimalam itu dan akan mendengar siulan yang berasal dari luar kamar anda itu adalah ulah dari makhluk halus yang merasa terganggu dengan siulan anda dan membalasnya.
•    Kebiasaan bersiul di dalam rumah.
Janganlah anda selalu bersiul di dalam rumah, karena akan mengundang makhluk halus yang akan berbuat jahat.
•    Kebiasaan memberi saputangan kepada kekasih.
Janganlah mempunyai kebiasaan memberi saputangan kepada kekasih karena kan berakibat perpisahan tiada sebab.

CONTOH LEGENDA
Legenda Batu Menangis (Cerita Rakyat Kalimantan )
Disebuah bukit yang jauh dari desa, didaerah Kalimantan hiduplah seorang janda miskin dan seorang anak gadisnya. Anak gadis janda itu sangat cantik jelita. Namun sayang, ia mempunyai prilaku yang amat buruk. Gadis itu amat pemalas, tak pernah membantu ibunya melakukan pekerjaan-pekerjaan rumah. Kerjanya hanya bersolek setiap hari.

Selain pemalas, anak gadis itu sikapnya manja sekali. Segala permintaannya harus dituruti. Setiap kali ia meminta sesuatu kepada ibunya harus dikabulkan, tanpa memperdulikan keadaan ibunya yang miskin,setiap hari harus membanting tulang mencari sesuap nasi.

Pada suatu hari anak gadis itu diajak ibunya turun ke desa untuk berbelanja. Letak pasar desa itu amat jauh, sehingga mereka harus berjalan kaki yang cukup melelahkan. Anak gadis itu berjalan melenggang dengan memakai pakaian yang bagus dan bersolek agar orang dijalan yang melihatnya nanti akan mengagumi kecantikannya. Sementara ibunya berjalan dibelakang sambil membawa keranjang dengan pakaian sangat dekil. Karena mereka hidup ditempat terpencil, tak seorangpun mengetahui bahwa kedua perempuan yang berjalan itu adalah ibu dan anak.

Ketika mereka mulai memasuki desa, orang-orang desa memandangi mereka. Mereka begitu terpesona melihat kecantikan anak gadis itu, terutama para pemuda desa yang tak puas-puasnya memandang wajah gadis itu. Namun ketika melihat orang yang berjalan dibelakang gadis itu, sungguh kontras keadaannya. Hal itu membuat orang bertanya-tanya.
Di antara orang yang melihatnya itu, seorang pemuda mendekati dan bertanya kepada gadis itu,
“Hai, gadis cantik. Apakah yang berjalan dibelakang itu ibumu?”
Namun, apa jawaban anak gadis itu ?
“Bukan,” katanya dengan angkuh.
“Ia adalah pembantuku !”
Kedua ibu dan anak itu kemudian meneruskan perjalanan. Tak seberapa jauh, mendekati lagi seorang pemuda dan bertanya kepada anak gadis itu.
“Hai, manis. Apakah yang berjalan dibelakangmu itu ibumu?”
“Bukan, bukan,” jawab gadis itu dengan mendongakkan kepalanya.
”Ia adalah budak!”
Begitulah setiap gadis itu bertemu dengan seseorang disepanjang jalan yang menanyakan perihal ibunya, selalu jawabannya itu. Ibunya diperlakukan sebagai pembantu atau budaknya.
Pada mulanya mendengar jawaban putrinya yang durhaka jika ditanya orang, si ibu masih dapat menahan diri. Namun setelah berulang kali didengarnya jawabannya sama dan yang amat menyakitkan hati, akhirnya si ibu yang malang itu tak dapat menahan diri. Si ibu berdoa.
“Ya Tuhan, hamba tak kuat menahan hinaan ini. Anak kandung hamba begitu teganya memperlakukan diri hamba sedemikian rupa. Ya, tuhan hukumlah anak durhaka ini ! Hukumlah dia….”
Atas kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa, perlahan-lahan tubuh gadis durhaka itu berubah menjadi batu. Perubahan itu dimulai dari kaki. Ketika perubahan itu telah mencapai setengah badan, anak gadis itu menangis memohon ampun kepada ibunya.
” Oh, Ibu..ibu..ampunilah saya, ampunilah kedurhakaan anakmu selama ini. Ibu…Ibu…ampunilah anakmu..” Anak gadis itu terus meratap dan menangis memohon kepada ibunya. Akan tetapi, semuanya telah terlambat. Seluruh tubuh gadis itu akhirnya berubah menjadi batu. Sekalipun menjadi batu, namun orang dapat melihat bahwa kedua matanya masih menitikkan air mata, seperti sedang menangis. Oleh karena itu, batu yang berasal dari gadis yang mendapat kutukan ibunya itu disebut ” Batu Menangis “.
Demikianlah cerita berbentuk legenda ini, yang oleh masyarakat setempat dipercaya bahwa kisah itu benar-benar pernah terjadi. Barang siapa yang mendurhakai ibu kandung yang telah melahirkan dan membesarkannya, pasti perbuatan laknatnya itu akan mendapat hukuman dari Tuhan Yang Maha Kuasa.

CONTOH CERITA RAKYAT
Cerita Rakyat Cindelaras

Raden Putra adalah raja Kerajaan Jenggala. Ia didampingi seorang permaisuri yang baik hati dan seorang selir yang cantik jelita. Tetapi, selir Raja Raden Putra memiliki sifat iri dan dengki terhadap sang permaisuri. Ia merencanakan suatu yang buruk kepada permaisuri. “Seharusnya, akulah yang menjadi permaisuri. Aku harus mencari akal untuk menyingkirkan permaisuri,” pikirnya.
Selir baginda, berkomplot dengan seorang tabib istana. Ia berpura-pura sakit parah. Tabib istana segera dipanggil. Sang tabib mengatakan bahwa ada seseorang yang telah menaruh racun dalam minuman tuan putri. “Orang itu tak lain adalah permaisuri Baginda sendiri,” kata sang tabib. Baginda menjadi murka mendengar penjelasan tabib istana. Ia segera memerintahkan patihnya untuk membuang permaisuri ke hutan.

Sang patih segera membawa permaisuri yang sedang mengandung itu ke hutan belantara. Tapi, patih yang bijak itu tidak mau membunuhnya. Rupanya sang patih sudah mengetahui niat jahat selir baginda. “Tuan putri tidak perlu khawatir, hamba akan melaporkan kepada Baginda bahwa tuan putri sudah hamba bunuh,” kata patih. Untuk mengelabui raja, sang patih melumuri pedangnya dengan darah kelinci yang ditangkapnya. Raja menganggung puas ketika sang patih melapor kalau ia sudah membunuh permaisuri.

Setelah beberapa bulan berada di hutan, lahirlah anak sang permaisuri. Bayi itu diberinya nama Cindelaras. Cindelaras tumbuh menjadi seorang anak yang cerdas dan tampan. Sejak kecil ia sudah berteman dengan binatang penghuni hutan. Suatu hari, ketika sedang asyik bermain, seekor rajawali menjatuhkan sebutir telur. “Hmm, rajawali itu baik sekali. Ia sengaja memberikan telur itu kepadaku.” Setelah 3 minggu, telur itu menetas. Cindelaras memelihara anak ayamnya dengan rajin. Anak ayam itu tumbuh menjadi seekor ayam jantan yang bagus dan kuat. Tapi ada satu keanehan. Bunyi kokok ayam jantan itu sungguh menakjubkan! “Kukuruyuk… Tuanku Cindelaras, rumahnya di tengah rimba, atapnya daun kelapa, ayahnya Raden Putra…”

Cindelaras sangat takjub mendengar kokok ayamnya dan segera memperlihatkan pada ibunya. Lalu, ibu Cindelaras menceritakan asal usul mengapa mereka sampai berada di hutan. Mendengar cerita ibundanya, Cindelaras bertekad untuk ke istana dan membeberkan kejahatan selir baginda. Setelah di ijinkan ibundanya, Cindelaras pergi ke istana ditemani oleh ayam jantannya. Ketika dalam perjalanan ada beberapa orang yang sedang menyabung ayam. Cindelaras kemudian dipanggil oleh para penyabung ayam. “Ayo, kalau berani, adulah ayam jantanmu dengan ayamku,” tantangnya. “Baiklah,” jawab Cindelaras. Ketika diadu, ternyata ayam jantan Cindelaras bertarung dengan perkasa dan dalam waktu singkat, ia dapat mengalahkan lawannya. Setelah beberapa kali diadu, ayam Cindelaras tidak terkalahkan. Ayamnya benar-benar tangguh.

Berita tentang kehebatan ayam Cindelaras tersebar dengan cepat. Raden Putra pun mendengar berita itu. Kemudian, Raden Putra menyuruh hulubalangnya untuk mengundang Cindelaras. “Hamba menghadap paduka,” kata Cindelaras dengan santun. “Anak ini tampan dan cerdas, sepertinya ia bukan keturunan rakyat jelata,” pikir baginda. Ayam Cindelaras diadu dengan ayam Raden Putra dengan satu syarat, jika ayam Cindelaras kalah maka ia bersedia kepalanya dipancung, tetapi jika ayamnya menang maka setengah kekayaan Raden Putra menjadi milik Cindelaras.

Dua ekor ayam itu bertarung dengan gagah berani. Tetapi dalam waktu singkat, ayam Cindelaras berhasil menaklukkan ayam sang Raja. Para penonton bersorak sorai mengelu-elukan Cindelaras dan ayamnya. “Baiklah aku mengaku kalah. Aku akan menepati janjiku. Tapi, siapakah kau sebenarnya, anak muda?” Tanya Baginda Raden Putra. Cindelaras segera membungkuk seperti membisikkan sesuatu pada ayamnya. Tidak berapa lama ayamnya segera berbunyi. “Kukuruyuk… Tuanku Cindelaras, rumahnya di tengah rimba, atapnya daun kelapa, ayahnya Raden Putra…,” ayam jantan itu berkokok berulang-ulang. Raden Putra terperanjat mendengar kokok ayam Cindelaras. “Benarkah itu?” Tanya baginda keheranan. “Benar Baginda, nama hamba Cindelaras, ibu hamba adalah permaisuri Baginda.”

Bersamaan dengan itu, sang patih segera menghadap dan menceritakan semua peristiwa yang sebenarnya telah terjadi pada permaisuri. “Aku telah melakukan kesalahan,” kata Baginda Raden Putra. “Aku akan memberikan hukuman yang setimpal pada selirku,” lanjut Baginda dengan murka. Kemudian, selir Raden Putra pun di buang ke hutan. Raden Putra segera memeluk anaknya dan meminta maaf atas kesalahannya Setelah itu, Raden Putra dan hulubalang segera menjemput permaisuri ke hutan.. Akhirnya Raden Putra, permaisuri dan Cindelaras dapat berkumpul kembali. Setelah Raden Putra meninggal dunia, Cindelaras menggantikan kedudukan ayahnya. Ia memerintah negerinya dengan adil dan bijaksana.

Pesan moral: Kebaikan akan berbuah kebaikan sedang kejahatan akan mendatangkan penderitaan.

PERBEDAAN MITOS, LEGENDA DAN CERITA RAKYAT
DEFINISI:
MITOS: Sembarang kisah atau cerita fiksi (tidak nyata/ hayalan/ dongeng); atau kejadian, teori dan kepercayaan dan lain-lain yang tidak bersifat ilmiah.

LEGENDA: Cerita rakyat pd zaman dahulu yg ada hubungannya dengan peristiwa-peristiwa yang terjadi di masa lampau.    

CERITA RAKYAT: Mengisahkan tentang suatu kejadian di suatu tempat.

ISI CERITA

MITOS: Mitos mengenai dewa atau teori-teori yang berkembang di dalam masyarakat pada masa lampau.   

LEGENDA: Legenda mengenai kehidupan masyarakyat ada masa lampau.   

CERITA RAKYAT: Mengenai binatang maupun dewa-dewa.

BUKTI

MITOS: Tidak ada bukti nyata; penyampaiannya secara lisan atau tidak tertulis.

LEGENDA: Ada bukti nyata; tidak tertulis pada sebuah dokumen-dokumen tertentu, tetapi terdapat monumen-menumen atau benda peninggalan yang merupakan bukti nyata.

CERITA RAKYAT: Ada bukti nyata; tertulis pada sebuah dokumen-dokumen tertentu dan terdapat monumen-menumen atau benda peninggalan yang merupakan bukti nyata.

PERSAMAAN MITOS, LEGENDA DAN CERITA RAKYAT
Ketiganya sama-sama menceritakan kepercayaan masa lampau, baik dalam bentuk sastra ataupun lisan.

DAFTAR PUSTAKA
1.    https://sites.google.com/site/hallurmala/referensi/Cerita%20Rakyat%20Cindelaras.docx?attredirects=0&d=1
2.    http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20101027062704AAtYzFa
3.    http://indotim.wordpress.com/cerita-rakyat-nusantara-2/legenda-batu-menangis/
4.    http://id.wikipedia.org/wiki/Mitos
5.    http://id.wikipedia.org/wiki/Legenda
6.    http://mohamadarifwicaksono.wordpress.com/2011/04/19/mitos-%E2%80%93-mitos-orang-tua-jaman-dulu/
7.    http://www.kolomayah.info/cerita-rakyat.html

Advertisements

Filsafat adalah salah satu studi yang mempelajari segala aspek mengenai fenomena-fenomena yang terjadi di kehidupan dan segala sesuatu yang muncul di pemikiran manusia secara kritis serta dijabarkan dalam konsep mendasar. Filsafat tidak diawali dengan melakukan eksperimen-eksperimen dan percobaan-percobaan, tetapi berawal dengan mengutarakan pertanyaan atau sebuah masalah secara persis setelah itu mencari solusinya dan memberikan argumentasi serta alasan yang tepat untuk solusi tertentu. Akhir dari proses-proses itu dimasukkan ke dalam sebuah proses dialektika. Untuk studi falsafi, mutlak diperlukan logika berpikir dan logika bahasa.
Pengetahuan adalah informasi atau pemahaman yang diketahui atau yang dimiliki oleh seseorang mengenai sebuah atau beberapa perihal. Pengetahuan adalah berbagai gejala yang ditemui dan diperoleh manusia melalui pengamatan menurut akal atau rasio atau logika yang manusia miliki. Ketika akal budi seseorang digunakan untuk mengenali benda atau kejadian tertentu yang belum pernah dilihat atau dirasakan sebelumnya akibat dari rasa ingin tahu yang tinggi, akhirnya mereka menemukan sesuatu pengetahuan baru. Misalnya ketika seseorang mencicipi masakan yang baru dikenalnya, ia akan mendapatkan pengetahuan tentang bentuk, rasa, dan aroma masakan tersebut.
Pada umumnya, pengetahuan memiliki kemampuan untuk memperkirakan terhadap sesuatu hal sebagai hasil pengenalan atas suatu pola. Manakala informasi dan data hanya sekedar untuk menginformasikan atau bahkan menimbulkan kebingungan saja, maka pengetahuan berkemampuan untuk mengarahkan untuk melakukan suatu tindakan untuk memberi tanggapan terhadap informasi atau data yang didapat.

Ilmu pengetahuan adalah seluruh rasa ingin tahu atau seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan, dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam aspek kehidupan manusia yang bersifat empiris. Segi-segi ini dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti. Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi lingkup pandangannya, dan kepastian ilmu-ilmu diperoleh dari keterbatasannya.
Ilmu bukan sekadar pengetahuan, tetapi merangkum sekumpulan pengetahuan berdasarkan teori-teori yang disepakati dan didapat secara sistematik diuji dengan seperangkat metode yang diakui dalam bidang ilmu-ilmu tertentu. Dipandang dari sudut filsafat, ilmu terbentuk karena manusia memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, yang mengakibatkan mereka berusaha berfikir lebih jauh mengenai pengetahuan yang dimilikinya.
Ilmu Alam hanya bisa menjadi pasti setelah lapangannya dibatasi ke dalam hal yang bahani (material saja), atau ilmu psikologi hanya bisa meramalkan perilaku manusia jika lingkup pandangannya dibatasi ke dalam segi umum dari perilaku manusia yang konkret. Berkenaan dengan contoh ini, ilmu-ilmu alam menjawab pertanyaan tentang berapa jarak matahari dan bumi, atau ilmu psikologi menjawab apakah seorang pemudi cocok menjadi perawat.

PERBEDAAN FILSAFAT, PENGETAHUAN DAN ILMU PENGETAHUAN
ASPEK    FILSAFAT    PENGETAHUAN    ILMU PENGETAHUAN
DEFINISI    Mencoba merumuskan masalah-masalah yang terjadi atas solusi yang ada. Mencari prinsip-prinsip umum, tidak membatasi segi pandangannya bahkan cenderung memandang segala sesuatu secara umum dan keseluruhan.    Aspek-aspek yang dipelajari atau dilihat dibatasi agar menghasilkan rumusan-rumusan yang pasti.    Ilmu pengetahuan adalah penguasaan atau pemberdayaan lingkungan hidup manusia.
PENILAIAN    Menilai obyek renungan dengan suatu makna, misalkan, religi, kesusilaan, keadilan dsb yang berhubungan dengan seluruh aspek kehidupan manusia.    Tidak menilai obyek dari suatu sistem nilai tertentu.    Ilmu pengetahuan adalah definisi atau merupakan hasil dari percobaan-percobaan atau eksperimen-eksperimen.
FUNGSI    Bertugas mengintegrasikan ilmu-ilmu.    Bertugas memberikan jawaban.    Ilmu pengetahuan dapat sampai pada kebenaran melalui kesimpulan logis dari pengamatan empiris.

PERSAMAAN FILSAFAT, PENGETAHUAN DAN ILMU PENGETAHUAN
Ketiganya mencari rumusan yang sebaik-baiknya menyelidiki objek selengkap-lengkapnya sampai keakar-akarnya.
Ketiganya memberikan pengertian mengenai hubungan atau koheren yang ada antara kejadian-kejadian yang kita alami dan mencoba menunjukan sebab-sebanya.
Ketiganya hendak memberikan sintesis, yaitu suatu pandangan yang bergandengan.
Ketiganya mempunyai metode dan sistem.
Ketiganya hendak memberikan penjelasan tentang kenyataan seluruhnya timbul dari hasrat manusia (objektivitas), akan pengetahuan yang lebih mendasar.

DAFTAR PUSTAKA
1.    http://faesabila.blogspot.com/2010/11/persamaan-dan-perbedaan-ilmu-filsafat.html
2.    http://id.wikipedia.org/wiki/Filsafat
3.    http://id.wikipedia.org/wiki/Ilmu
4.    http://id.wikipedia.org/wiki/Pengetahuan