Filsafat adalah salah satu studi yang mempelajari segala aspek mengenai fenomena-fenomena yang terjadi di kehidupan dan segala sesuatu yang muncul di pemikiran manusia secara kritis serta dijabarkan dalam konsep mendasar. Filsafat tidak diawali dengan melakukan eksperimen-eksperimen dan percobaan-percobaan, tetapi berawal dengan mengutarakan pertanyaan atau sebuah masalah secara persis setelah itu mencari solusinya dan memberikan argumentasi serta alasan yang tepat untuk solusi tertentu. Akhir dari proses-proses itu dimasukkan ke dalam sebuah proses dialektika. Untuk studi falsafi, mutlak diperlukan logika berpikir dan logika bahasa.
Pengetahuan adalah informasi atau pemahaman yang diketahui atau yang dimiliki oleh seseorang mengenai sebuah atau beberapa perihal. Pengetahuan adalah berbagai gejala yang ditemui dan diperoleh manusia melalui pengamatan menurut akal atau rasio atau logika yang manusia miliki. Ketika akal budi seseorang digunakan untuk mengenali benda atau kejadian tertentu yang belum pernah dilihat atau dirasakan sebelumnya akibat dari rasa ingin tahu yang tinggi, akhirnya mereka menemukan sesuatu pengetahuan baru. Misalnya ketika seseorang mencicipi masakan yang baru dikenalnya, ia akan mendapatkan pengetahuan tentang bentuk, rasa, dan aroma masakan tersebut.
Pada umumnya, pengetahuan memiliki kemampuan untuk memperkirakan terhadap sesuatu hal sebagai hasil pengenalan atas suatu pola. Manakala informasi dan data hanya sekedar untuk menginformasikan atau bahkan menimbulkan kebingungan saja, maka pengetahuan berkemampuan untuk mengarahkan untuk melakukan suatu tindakan untuk memberi tanggapan terhadap informasi atau data yang didapat.

Ilmu pengetahuan adalah seluruh rasa ingin tahu atau seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan, dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam aspek kehidupan manusia yang bersifat empiris. Segi-segi ini dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti. Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi lingkup pandangannya, dan kepastian ilmu-ilmu diperoleh dari keterbatasannya.
Ilmu bukan sekadar pengetahuan, tetapi merangkum sekumpulan pengetahuan berdasarkan teori-teori yang disepakati dan didapat secara sistematik diuji dengan seperangkat metode yang diakui dalam bidang ilmu-ilmu tertentu. Dipandang dari sudut filsafat, ilmu terbentuk karena manusia memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, yang mengakibatkan mereka berusaha berfikir lebih jauh mengenai pengetahuan yang dimilikinya.
Ilmu Alam hanya bisa menjadi pasti setelah lapangannya dibatasi ke dalam hal yang bahani (material saja), atau ilmu psikologi hanya bisa meramalkan perilaku manusia jika lingkup pandangannya dibatasi ke dalam segi umum dari perilaku manusia yang konkret. Berkenaan dengan contoh ini, ilmu-ilmu alam menjawab pertanyaan tentang berapa jarak matahari dan bumi, atau ilmu psikologi menjawab apakah seorang pemudi cocok menjadi perawat.

PERBEDAAN FILSAFAT, PENGETAHUAN DAN ILMU PENGETAHUAN
ASPEK    FILSAFAT    PENGETAHUAN    ILMU PENGETAHUAN
DEFINISI    Mencoba merumuskan masalah-masalah yang terjadi atas solusi yang ada. Mencari prinsip-prinsip umum, tidak membatasi segi pandangannya bahkan cenderung memandang segala sesuatu secara umum dan keseluruhan.    Aspek-aspek yang dipelajari atau dilihat dibatasi agar menghasilkan rumusan-rumusan yang pasti.    Ilmu pengetahuan adalah penguasaan atau pemberdayaan lingkungan hidup manusia.
PENILAIAN    Menilai obyek renungan dengan suatu makna, misalkan, religi, kesusilaan, keadilan dsb yang berhubungan dengan seluruh aspek kehidupan manusia.    Tidak menilai obyek dari suatu sistem nilai tertentu.    Ilmu pengetahuan adalah definisi atau merupakan hasil dari percobaan-percobaan atau eksperimen-eksperimen.
FUNGSI    Bertugas mengintegrasikan ilmu-ilmu.    Bertugas memberikan jawaban.    Ilmu pengetahuan dapat sampai pada kebenaran melalui kesimpulan logis dari pengamatan empiris.

PERSAMAAN FILSAFAT, PENGETAHUAN DAN ILMU PENGETAHUAN
Ketiganya mencari rumusan yang sebaik-baiknya menyelidiki objek selengkap-lengkapnya sampai keakar-akarnya.
Ketiganya memberikan pengertian mengenai hubungan atau koheren yang ada antara kejadian-kejadian yang kita alami dan mencoba menunjukan sebab-sebanya.
Ketiganya hendak memberikan sintesis, yaitu suatu pandangan yang bergandengan.
Ketiganya mempunyai metode dan sistem.
Ketiganya hendak memberikan penjelasan tentang kenyataan seluruhnya timbul dari hasrat manusia (objektivitas), akan pengetahuan yang lebih mendasar.

DAFTAR PUSTAKA
1.    http://faesabila.blogspot.com/2010/11/persamaan-dan-perbedaan-ilmu-filsafat.html
2.    http://id.wikipedia.org/wiki/Filsafat
3.    http://id.wikipedia.org/wiki/Ilmu
4.    http://id.wikipedia.org/wiki/Pengetahuan

About these ads